6 Negara Minati Batubara Dari Kaltim

Jakarta – Sejumlah enam negara yakni China, Taiwan, Korea Selatan, India, Philipina, dan sejumlah negara di belahan Afrika menyatakan minatnya untuk mengimpor batubara dari Kalimantan Timur (Kaltim) guna keperluan bahan bakar kegiatan industri di wilayah mereka. Proses negosiasi saat ini masih dilakukan di tingkat pemerintah Indonesia dengan negara-negara tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Kaltim, Yadi Sabiannor, ketika berbincang dengan detikFinance melalui telepon, Sabtu (28/11/2009).

”Selain batubara, negara-negara itu juga berminat mengimpor produk unggulan lain dari Kaltim,” kata Yadi.

Permintaan batubara dari Kaltim kian tumbuh seiring dengan operasional sejumlah perusahaan batubara ternama seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sengatta Kabupaten Kutai Timur, PT Kideco Jaya Agung di Kabupaten Pasir, serta PT Berau Coal di Kabupaten Berau.

Negara lainnya yang juga mengimpor batubara dari Kaltim adalah Jepang. Kendati begitu, sambung Yadi, Jepang masih menjadi tujuan pemasaran hasil laut seperti udang beku serta kayu dari Kaltim.

”Karena nyatanya, Jepang lebih menyukai produk hasil laut dan kerajinan lain dari Kaltim ketimbang batubara,” ujar Yadi.

Upaya untuk meningkatkan mutu produk tersebut dibanding negara lain agar tetap memiliki nilai jual tinggi di negara pengimpor, tahun 2010 mendatang 2 bank di Kaltim ditunjuk pemerintah sebagai Lembaga Pengelola Dana Bergulir bagi koperasi dan unit UMKM. Kedua bank itu adalah Bank Kaltim yang dahulu bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim yang mendapat memperoleh Rp 6,6 Miliar, serta Bank Bukopin sebesar Rp 1,1 Miliar.

Kebijakan tersebut sudah disosialisasikan saat pemerintah menggelar Rakernas Disperindagkop se-Indonesia di Jakarta, sepekan yang lalu.

”Aturannya memang begitu.Yang menyalurkan dana bergulir adalah bank,” tambah Yadi.

Tidak hanya itu,pemerintah juga memutuskan akan menggelar berbagai kegiatan pelatihan pengembangan koperasi dan UMKM hingga ke daerah, termasuk sertifikasi pengelola, dan anggota koperasi dan UMKM.

”Ini termasuk dalam program 100 hari Presiden. Tujuannya produk nasional tetap memiliki nilai tambah bagi negara-negara pengimpor,” tutup Yadi.

(dnl/dnl)

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: