Investasi Pertambangan Dibawah Target

TEMPO Interaktif, Jakarta -Investasi di sektor pertambangan Mineral dan Batubara hingga akhir Desember ini diperkirakan tidak akan menyentuh angka US$ 2.000 juta, dibawah dari target yang telah ditetapkan dalam awal tahun yaitu sebesar US$ 2.502 juta. “Sampai akhir bulan, investasi diperkirakan mencapai US$ 1865,30 juta,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Senin (27/12).

Padahal di awal tahun pemerintah menargetkan investasi sebesar US$ 2.502 termasuk dengan panas bumi. Setelah mengecualikan panas bumi, target investasi menjadi sebesar US$ 2120 juta.

Secara rinci, pemerintah juga gagal mencapai investasi yang ditargetkan untuk kontrak karya (KK), perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) dan kuasa pertambangan (KP) BUMN juga tidak terpenuhi. Target investasi KK sebesar US$ 1.216 juta hanya terealisasi US$ 1.070,10, PKP2B sebesar US$ 860 juta hanya tercapai US$ 756,90, dan KP BUMN US$ 43,53 juta hanya terpenuhi US$ 38,30 juta.

Menurut Bambang, investasi yang dicapai pada tahun ini lebih banyak kepada investasi untuk peningkatan kapasitas produksi dan rutin.”Proyek-proyek baru masih terkendala berbagai hal termasuk ijin pinjam pakai,” katanya.

Walaupun target tidak tercapai, pendapatan non pajak dari sektor pertambangan naik 4,6 persen dari tahun lalu, yaitu sebesar Rp 16,01 triliun. Bila dihitung dengan pendapatan termasuk pajak dari sektor pertambangan, sumbangan sektor tambang mencapai Rp 56 triliun.

Bambang juga mentargetkan kenaikan investasi di sektor mineral dan batu bara tahun depan, meskipun target investasi tahun ini tidak tercapai. “Tahun depan kami targetkan akan mencapai US$ 2.251,62 juta,” kata dia.

Target investasi tersebut didapat dari kontrak karya US$ 1.289 juta, perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara sebesar US$ 912 juta. Selain itu kuasa pertambangan badan usaha milik negara US$ 50,9 juta.

Menurut Bambang, investasi tersebut ditingkatkan terkait adanya target penambahan produksi mineral dan batubara pada tahun depan.“Kalau ada kenaikan produksi tentu akan ada penambahan investasi karena membutuhkan peralatan tambahan,” katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: